Pemodelan dan Simulasi Oleh Wahyu Stiyawan



 Hubungan Simulasi dan 

Pemodelan Dalam Sebuah Sistem 

Sistem dapat difinisikan sebagai suatu kumpulan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir. untuk praktisnya sistem adalah sekumpulan obyek yang dihubungkan satu sama lain melalui beberapa interaksi reguler untuk mencapai satu tujuan.
    Jika seseorang ingin mempelajari sebuah bank, untuk menentukan jumlah kebutuhan teller untuk menyediakan kecukupan pelayanan terhadap  nasabah, sistem dapat didefinisikan bagian yang konsisten dari bank untuk teller dan penantian nasabah yang akan dilayani. 

 Jika, dengan kata lain, staf loan/kredit dan pengamanan kotak deposit dimasukkan, definisi sistem harus diperluas dengan cara yang jelas.  Kita mendefinisikan pernyataan sebuah sistem bahwa pengumpulan variabel-variabel penting untuk menjelaskan sistem di waktu tertentu,  relatif pada objektivitas yang dipelajari.  Dalam pelayanan bank, contoh-contoh pada pernyataan variabel yang mungkin adalah jumlah teller yang sibuk, jumlah nasabah dalam bank dan waktu kedatangan masing-masing nasabah dalam bank.

    Dalam pemodelan sistem, perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan lingkungannya. Contoh, pada studi memori cache menggunakan, kita harus menetapkan dimana batas sistem. Batas ini dapat antara CPU dan cache, atau dapat memasukan memori utama, disk, OS, kompilator, ataupun program-program aplikasi. Komponen dalam sistem dapat berupa entitas, atribut, aktivitas (periode waktu), keadaan sistem dan peristiwa.

Kategori dalam sistem : Sistim Diskrit: variabel-variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit. Contoh: jumlah customer yang menunggu  diantrian  
Sistem Kontinyu: variabel-variabel berubah secara kontinyu menurut waktu. Contoh: arus listrik.
Klasifikasi model dalam simulasi seperti statik vs dinamik, determinisk vs stokastik, kontinyu vs diskrit. berikut adalah penjelasannya :
  • Model statik: representasi sistem pada waktu tertentu. Waktu tidak berperan di sini. Contoh: model Monte Carlo. 
  • Model dinamik: merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu. Contoh: sistem conveyor di pabrik.
  • Model deterministik: tidak memiliki komponen probabilistik (random).

  • Model stokastik: memiliki komponen input random, dan menghasilkan output yang random pula. 
  • Model kontinyu: status berubah secara kontinu terhadap waktu, mis. gerakan pesawat terbang. 
  • Model diskrit: status berubah secara instan pada titik-titik waktu yang terpisah, mis. jumlah customer di bank. 
Simulasi Sistem Peristiwa Diskrit
  • Pemodelan sistim dimana variabel keadaan berubah pada set waktu yang diskrit.
  • Metode: numerik (bukan analitik)
  – Analitik: alasan deduktif secara matematis; akurat 
  – Numerik: prosedur komputasional; aproksimasi 
  • Model simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)). 
  – Observasi sistem riil, entitas, interaksi
  – Asumsi model 
  – Pengumpulan data 
  – Analisis dan estimasi kinerja sistem

  •    Verifikasi dan Validasi Model Dalam Simulasi. 
Langkah terpenting dalam studi simulasi: validasi. Validasi bukan merupakan tugas tersendiri yang mengikuti pengembangan model,  namun merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam pengembangan model. 

Verifikasi: 

    -Apakah kita membangun model yang benar? 

   - Apakah model diprogram secara benar (input parameters dan logical structure)?

Validasi:

   – Apakah model merupakan representasi akurat dari sistim riil? 

   – Proses interatif dari pembandingan model terhadap sifat sistem aktual dan memperbaiki model.



artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam :  https://onlinelearning.uhamka.ac.id












Comments

Popular posts from this blog

Aplikasi Pengamanan Enkripsi Dan Deskripsi Menggunakan Caesar Chiper

Pemodelan dan Simulasi Oleh Wahyu Stiyawan